Bily Graham dan Masa Tua-nya

bily grahamx-largeDi usia nya yang sudah lanjut , Billy Graham ditanya apakah ada hal yang akan ia ingin lakukan lagi , jika ia diberi kesempatan oleh Tuhan menjadi muda lagi. Penginjil yang punya nama besar ini, yang sekarang sudah berusia 95 tahun berkata, “Jika diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengulangi hidup saya, Saya akan meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga, lebih banyak belajar, melayani dan lebih sedikit berkhotbah.”
Dalam wawancara lewat email dengan media kristen ternama Christianity Today, Graham lebih lanjut berkata, “Saya tidak akan menerima begitu banyak undangan khotbah, termasuk beberapa hal yang saya lakukan selama bertahun-tahun yang sebetulnya tidak perlu saya lakukan – hal-hal seperti: memimpin acara pernikahan, pemakaman dan peresmian gedung dll.
Setiap kali saya memberi konseling kepada orang yang terpanggil untuk menjadi penginjil, saya selalu mendorong mereka untuk berhati-hati dengan waktu mereka dan jangan merasa bahwa mereka harus melakukan semuanya.”
Graham berkata dia “diherankan” dan bersyukur dengan keberhasilan global Kekristenan Injili, namun ia mengingatkan mereka yang mengikuti jejaknya untuk berhati-hati. Menurut Graham, sukses itu bisa berbahaya, dan kita perlu untuk berhati-hati dan menghindar dari menjadi korban keberhasilan kita sendiri. Apakah kita akan mempengaruhi dunia untuk Kristus, atau akankah dunia yang mempengaruhi kita sehingga kita meninggalkan Kristus?
Menurut Graham, permasalahan di zaman kita bukanlah ekonomi atau politik atau sosial, walalupun semuanya itu penting. Persoalan sentral di zaman kita bersifat moral dan spiritual, dan panggilan kita adalah untuk mendeklarasikan pengampunan, pengharapan dan kuasa transformasi Kristus kepada dunia yang tidak mengenal atau mengikuti dia. Ia mengingatkan kita, orang-orang percaya, untuk tidak pernah lupa akan hal ini.
Tentang hari tuanya, Graham berkata, “Saya tidak dapat dengan jujur berkata bahwa saya senang menjadi tua, contohnya – tidak dapat melakukan banyak hal yang sudah terbiasa saya lakukan; dan saat inilebih banyak mengandalkan orang lain, dan mengalami tantangan-tantangan jasmani yang saya tahu semakin hari akan menjadi semakin berat.”
Namun, nasehatnya kepada orang yang semakin tua dan tak berdaya adalah untuk menerima setiap hari sebagai suatu anugerah dari Allah dan untuk memfokuskan pada kekekalan bukan saja masa kini.
“Dunia dengan segala penderitaan, beban dan rasa sakit ini, bukanlah rumah kita yang terakhir. Jika kita mengenal Kristus, kita tahu bahwa kita mempunyai ” suatu warisan yang tidak akan luput, binasa atau hilang – yang tersedia di surga bagi kita” (1 Pet.1.4). Saya tahu tidak akan lama sebelum saya ke sana, dan saya merindukan hari itu. Surga memberikan kita pengharapan, dan membuat beban di hari ini lebih mudah untuk ditanggung.”billy_graham- Obama
Nasehatnya kepada orang muda adalah untuk bertanggungjawab ke atas orangtua mereka yang semakin meningkat usia mereka dan “bersabar dalam menangani mereka.”
Graham berkata, “Mereka mungkin tidak dapat melakukan segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dulunya, tapi itu tidak berarti mereka sama sekali tidak berdaya atau tidak mampu. Dan bersikap pekalah pada kebutuhan-kebutuhan mereka – termasuk kebutuhan spiritual dan emosional. Ada kalanya, mereka hanya perlu mengetahui bahwa Anda ada di situ dan Anda peduli.”
“Ada kalanya saya melihat anak-anak menjadi tidak sensitif dan bertindak sewenang-wenangnya dalam menangani orang tua mereka, dan itu hanya akan menimbulkan kesebalan dan perasaan tidak enak.”
“Namun, di sisi lain, mungkin perlu untuk anak-anak campur tangan dan memaksa orang tua untuk menyerahkan kunci mobil atau membiarkan Anda mengurus keuangan mereka, atau mengatur untuk mereka tinggal di tempat di mana mereka mendapatkan perawatan yang lebih bagus. Mereka mungkin akan menolak, dan Anda perlu menempatkan diri Anda di dalam posisi mereka dan memahami gejolak yang akan diakibatkan oleh perubahan-perubahan ini. Tapi, mereka sangat perlu untuk menyadari bahwa Anda melakukan semua itu karena Anda mengasihi mereka dan menginginkan yang terbaik bagi mereka.”
Yang terakhir, Graham juga mengungkapkan penyesalannya karena tidak menjauhkan diri dari politik. Graham dekat dengan banyak Presiden Amerika Serikat termasuk Richard Nixon, George Bush dan juga baru-baru ini Barack Obama yang mengunjunginya di kediamannya. Saat bertemu Obama, Graham berkata, “Saya menjauhkan diri dari politik sekarang.” Dan Obama menjawab, “Saya harap saya juga bisa begitu!”
Di dalam wawancara lewat email ini, Graham mengungkapkan lagi pandangannya tentang hal ini, “Saya bersyukur untuk kesempatan-kesempatan yang Allah berikan kepada saya untuk melayani orang-orang yang berada di puncak kekuasaan; mereka juga punya kebutuhan-kebutuhan pribadi dan spiritual sama seperti setiap orang lain, dan seringkali mereka tidak punya teman bicara. Tapi memandang ke belakang, saya tahu ada kalanya saya telah melewati batas, dan hal itu tidak akan saya lakukan sekarang.”
Billy Graham adalah seorang tokoh kristen Amerika yang sangat berpengaruh dan terkenal karena dia pernah dekat dengan tokoh penting didunia dan beberapa generasi presiden amerika yang selalu mau datang berkonsultasi dengannya. Penginjil (Evanglist) senior ini bernama asli William Franklin Graham. Sejak usia belia, Ia memiliki semangat penginjilan yang kuat. Perhatiannya terutama ditujukan kepada kaum muda yang acuh tak acuh terhadap gereja dan kekristenan. Ia pun mendirikan sebuah lembaga penginjilan yang bertujuan untuk mengadakan penginjilan kepada kaum muda, khususnya kepada siswa-siswa sekolah menengah yang bernama Youth fo Christ (Pemuda bagi Kristus)
William Franklin Graham atau Billy Graham dilahirkan dalam sebuah keluarga Baptis yang saleh di Charlotte, Amerika Serikat, pada tahun 1918. Sejak kecil ia telah bercita-cita untuk melayani pekerjaan Tuhan. Sejak kecil ia telah bercita-cita untuk melayani pekerjaan Tuhan. Ia sendiri sebenarnya tidak mempunyai latar belakang pendidikan teologi akademik. Ia hanya mengikuti kursus teologi di Florida Bible Institute, sebuah kursus teologi fundamentalis. Setelah menyelesaikan kursus teologinya, Billy menjadi pendeta Baptis di selatan (Southern Baptist Convention). Tahun 1943 ia menamatkan studi sarjana mudanya pada Wheaton College dalam bidang antropologi. Wheaton College mempunyai latar belakang fundamentalisme yang kuat sehingga mempengaruh Billy Graham(jm.bdg)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s