LIDAH BUAYA UNTUK LUKA BAKAR.

Banyak diantara kita yang ,mengetahui bahwa lidah buaya (aloe Vera) berfungsi untuk menyuburkan rambut, karena sejumlah iklan shampo mengatakan begitu. Atau belakangan lidah buaya ini dapat di olah menjadi berupa minuman sekaligus makanan ringan. Jarang diantara kita mengetahui bahwa tanaman yang satu ini dapat dijadikan obat alternatif yang sangat aplikatif, yakni sangat mudah di dapat dan dipergunakan. Salah satu contohnya sebagai obat untuk luka bakar.
Di negara gajah putih, Thailand Liada Buaya (aloe vera) sudah di produksi masal sebagai obat luka bakar,dimana tumbuhan ini diubah dalam bentuk gel, dan di pakage laksana obat konvensional untuk kulit.
Aloe vera gel telah lama digunakan untuk berbagai penyembuhan luka bakar. Di Thailand, aloe vera gel telah termasuk dalam Thai Herbal Fundamental Public Health Drug List sebagai terapi luka bakar.
Beberapa studi menunjukkan bahwa aloe vera, atau satu atau lebih komponennya, memicu penyembuhan luka dalam berbagai hewan coba. Salah satu efek utama dari aloe vera adalah bekerja sebagai pelembab yang sangat baik. Hal ini penting karena luka memerlukan kelembaban untuk sembuh dengan baik. Efek lain dari aloe vera adalah mengurangi inflamasi dan mengurangi rasa nyeri dan membantu mempersepat penyembuhan luka. Aloe vera juga mengandung sekitar 75 nutrien esensial dan dapat meningkatkan aliran darah ke kulit dan meningkatkan proliferasi sel. Aloe vera juga membantu membersihkan luka dari kuman.
Salah satu studi yang bersifat menyeluruh (sistemik review) yang dilakukan oleh Maenthaisong R, dkk. dan dipublikasikan dalam jurnal Burn tahun 2007, menilai manfaat aloe vera untuk membantu penyembuhan luka bakar. Studi review tersebut merupakan kumpulan dari beberapa studi tentang aloe vera untuk luka bakar yang diambil dari beberapa sumber diantaranya adalah MEDLINE, CINAHL, Cochrane Library, HealthSTAR, DARE, South-East Asia Database, Chinese Database, dan beberapa Thai local Database (1918–June 2004) yang meliputi 4 uji klinik untuk penyembuhan luka bakar dengan total 371 pasien.
Berdasarkan suatu meta-analisis menggunakan durasi penyembuhan luka sebagai pengukuran outcome, hasilnya menunjukkan bahwa waktu penyembuhan luka pada kelompok aloe vera adalah 79 hari lebih singkat dibanding kelompok kontrol (p=0,006). Karena perbedaan produk dan ukuran outcome, ada kekurangan untuk menarik kesimpulan yang spesifik tentang pengaruh lidah buaya untuk penyembuhan luka luka bakar. Namun, bukti kumulatif cenderung untuk mendukung bahwa lidah buaya mungkin menjadi intervensi yang efektif digunakan dalam penyembuhan luka bakar untuk luka bakar derajat satu hingga dua.
Hanya 2 uji klinik yang melaporkan adanya efek samping, yaitu iritasi atau gatal pada 40% pasien kelompok aloe vera vs 44% pasien kelompok kontrol (sulfadiazin), rasa tindak nyaman dan nyeri ringan sementara (nyeri ringan 92,6%, nyeri sedang 7,4%) yang hilang dengan analgetik oral (tablet asetaminofen) pada kedua kelompok. Tidak ada laporan adanya alergi atau eksema pada semua uji klnik.
Bukti yang telah ada juga menunjukkan bahwa aloe vera yang digunakan dalam berbagai bentuk dosis mungkin efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka dan meningkatkan keberhasilan penyembuhan serta kesepatan epitelisasi pada luka bakar derajat satu dan dua dibandingkan dengan terapi konvensional(jm)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s