Defisiensi Vitamin D dan Ca pada Manula

Defisiensi Vitamin D umumnya dapat ditemukan pada orang tua, demikian pula penurunan kadar vitamin D berhubungan dengan bone mineral density (BMD) atau densitas tulang rendah. Hipotesa yang berlaku, bahwa pemberian suplementasi ini berefek bahwa pada wanita pasca menopause, serta pemberian suplementasi ini memberikan manfaat yang positif terutama pada tulang rangka.

Dari penelitian yang pernah ada sebelumnya, diketahui bahwa manfaat mineral Kalsium membantu formasi dan memperbaiki tulang, sedangkan Vitamin D membantu tubuh dalam proses penyerapan Kalsium. Banyak ahli berpendapat bahwa kombinasi suplementasi Kalsium dan vitamin D mengurangi risiko patah tulang pada orang lanjut usia, terutama yang mempunyai risiko atau menderita osteoporosis.

Dr. M. Karkkainen dan rekan-rekan, dari Universitas Kuopio di Finlandia, menganalisa data yang dikumpulkan dari Osteoporosis Risk Factor & Prevention-Fracture Prevention study (OSTPRE-FPS), dengan melibatkan 3432 wanita berusia 66 – 71 tahun. Setelah dilakukan studi sekitar 3 tahun, para peneliti melaporkan bahwa BMD tubuh total meningkat 0,84% pada kelompok yang mengalami intervensi, dibandingkan peningkatan 0,19% pada kelompok kontrol.

The Osteoporosis Risk Factor and Prevention-Fracture Prevention Study (OSTPRE-FPS) secara acak dilakukan pada populasi berdasarkan penelitian terbuka (open trial) dengan subyek (n = 593). Kelompok suplementasi (subyek n = 287) menerima cholecalciferol 800 IU + Kalsium 1000 mg selama 3 tahun, sedangkan kelompok kontrol (subyek n= 306) tidak menerima suplementasi atau plasebo.

Metode studi OSTPRE-FPS, sejumlah 593 wanita secara acak diseleksi untuk pengukuran bone mineral density (BMD) dengan setengah bagian dari para wanita tersebut menerima suplementasi Kalsium dan vitamin D perhari , sedangkan setengah kelompok wanita lainnya tidak mendapatkan keduanya.

Setelah dianalisa dengan intention-to-treat analysis (ITT), dalam studi sekitar 3 tahun ini, para peneliti melaporkan bahwa BMD tubuh total meningkat 0,84% pada kelompok yang mengalami intervensi, dibandingkan peningkatan 0,19% pada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,011.
Perubahan BMD berbeda pada tulang lumbal (nilai p= 0,372), leher femoral (nilai p = 0,188), trochanter ( nilai p= 0,085), dan femur proksimal total (nilai p= 0,070).

Selain itu , tim peneliti menemukan bahwa wanita yang mengikuti dengan baik protokol suplementasi ini dengan sekitar 80% suplementasi mendapatkan manfaat dalam pengukuran BMD ini, dan dari studi ini disimpulkan bahwa pemberian harian suplementasi Kalsium dan vitamin D memberikan efek positif pada rangka tulang bagi wanita pasca menopause dengan cukup asupan nutrisi yang mengandung Kalsium yang adekuat. (iw)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s