Oh… Husni Mubarak.

Mungkin pas kalau dikatakan bahwa kepala Negara atau presiden yang paling sial akibat dari efek gejolak politik di Tunisia adalah Husni Mubarak presiden Mesir. Bagaimana tidak semenjak revolusi rakyat Tunisia yang menumbangkan presidennya, rakyat mesir ikut-ikutan meniru juga apa yang dilakukan oleh apa Yang terjadi dinegara Tunisia, entah cara ini bakal di tiru Negara timur tengah lainnya. Yang pasti pada saat tulisan ini di buat desas desus gejolak politik mulai terjadi di Sudan dan Jordania.
Mungkin saja seandainya tidak terjadi gejolak politik di Tunisia, presiden Husni Mubarak mungkin masih nyaman di kursi keperesidenannya. Husni Mubarak boleh dibilang adalah presiden yang kuat dan dan tak tergoyahkan posisinya selama 30 tahun maka wajar orang mengatakan presiden yang satu adalah salah satu dictator timur tegah yang berpengaruh selain Muhamar Qadafi dari Libia dan Sahadan Husen dari Irak. Tapi itulah politik bisa berubah secepatnya dengan waktu yang tak terduga.
Kalau umumnya dinegara lain, kepala Negara atau presiden itu mempunyai wakil presiden, lain dengan presiden mesir yang satu ini. Dia tidak menunjuk wakil presiden atau lebih vulgarnya dia tidak menginginkan adanya wakil presiden, karena tradisi politik umumnya di beberapa Negara adalah wakil presiden di persiapkan untuk menggantikan presiden. Ini berarti selama ia masih mampu menjalankan tugas kepresidenan walaupun usianya sudah lanjut, dia tidak mau digantikan.

Sebenarnya siapakah Husni mumarak ini?. Berikut riwayat singkat sang presiden yang posisinya sedang diujung tanduk ini.
Muhammad Hosni Said Mubarak, Arab: محمد حسنى سيد مبارك Muḥammad Ḥusnī Mubārak, juga dikenal dengan Hosni Mubarak, Arab: حسنى مبارك Ḥusnī Mubārak (lahir di Kafr-El Meselha, Al Monufiyah, 4 Mei 1928; umur 82 tahun) adalah presiden Mesir sejak 14 Oktober 1981. Mubarak ditunjuk sebagai wakil presiden setelah pangkatnya naik di jajaran Angkatan Udara Mesir. Kemudian, ia menjadi presiden untuk menggantikan presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Ia merupakan Presiden Mesir keempat untuk masa jabatan lebih dari 15 tahun sejak menjabat pada tahun 1981. Sebagai Presiden Mesir, ia dianggap sebagai pemimpin yang paling berkuasa di wilayahnya
Saat masih belajar di perguruan tinggi, ia bergabung dengan Akademi Militer Mesir hingga meraih gelar Bachelor’s Degree dalam Pengetahuan Militer pada tahun 1949. Pada tahun 1950, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Udara dan kembali meraih gelar Bachelor’s Degree untuk Pengetahuan Aviation serta Ia mengajar di Akademi Angkatan Udara pada periode 1952-1959. Pada tahun 1964, ia diangkat sebagai Kepala Delegasi Militer Mesir untuk USSR.
Di bawah Konstitusi Mesir 1971, Presiden Mubarak memiliki kuasa yang luas atas Mesir. Bahkan, dia dianggap banyak orang sebagai seorang diktator, meskipun moderat. Ia dikenal karena posisinya yang netral dalam Konflik Israel-Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak.
Setelah bergabung di Akademi Militer FROUNZ (Uni Soviet), ia menjadi Komandan Pangkalan Udara Barat Kairo (1964) dan menjabat Direktur Akademi Angkatan Udara pada tahun 1968. Pada tahun 1969, ia menjabat Kepala Staf Angkatan Udara dan Komandan Angkatan Udara serta Wakil Menteri Peperangan (1972). Pada 1974, ia dipromosikan ke peringkat Letnan Jendral dan Wakil-Presiden Republik Arab Mesir (1975).
Pada 1979, ia menjabat Wakil-Presiden Partai Demokratik Nasional (NDP) dan langsung menjabat Presiden Republik Arab Mesir pada 1981. Pada 1982, ia menjabat Presiden Partai Demokratik Nasional dan terpilih kembali sebagai presiden (1987). Periode 1989-1990, ia menjabat Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika “OAU”. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1993 dan menjabat lagi sebagai Ketua Umum Organisasi Persatuan Afrika “OAU” pada periode 1993-1994. Sejak Juni 1996, ia menjabat Ketua Umum Arab Summit. Ia terpilih kembali sebagai presiden pada 1999 dan menjabat Ketua Umum G-15 pada periode 1998-2000. Dan untuk pemilihan presiden tahun2006 kembali Husni Mubarag terpilh lagi menjadi presiden untuk periode yang ke enam sampai saat ini mengalami krisis kepemimpinannya.
Namun demikian Presiden Husni Mubarak dilaporkan BBC sudah enam kali mengalami percobaan pembunuhan yaitu diantaranya pada bulan juni tahun 1995 waktu ia menghadiri konferensi Negara Negara Afrika yang bertempat di Ethiopia, oleh Egyptian Islamic Jihad dan tahun 1999 ancaman bom dari Al-Gama’a al-Islamiyya, serta ia pernah terluka oleh pencobaan pembunuhan dengan pisau di Bandar udara Said pada bulan September 1999. Presiden Husni Mubarak mempunyai dua orang anak yaitu Alaa dan Gamal dari istrinya yang bernama Sussane. (jm/wp)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s