SILENT NIGHT (MALAM KUDUS) DAN SEJARAHNYA

Seperti sudah menjadi tradisi ratusan tahun tiap bulan desember umat Kristen di seluruh dunia memperingati hari kelahiran Yesus Kristus yang disebut hari natal yang tepat diperingati pada tiap tanggal 25 Desember tiap tahun. Dalam merayakan hari natal tersebut (biasanya dilaksanakan sebelum atau sesudah tanggal 25 Desember), ada satu lagu yang boleh di kata “lagu wajib” pada saat melaksanakan ritual perayaan Natal seperti Christmas eve atau perayaan Pohon Terang yakni lagu Malam Kudus (Silent Night). Lagu ini sudah pernah dilantunkan dan direkam dari format piringan hitam, kaset, compact disk dan media perekam lainnya oleh ribuan penyanyi dengan berbagai bahasa di seluruh dunia. Untuk penyanyi internasional yang terkenal mulai dari penyanyi tahun 40-an seperti JimReeves, Pat Boone, Conny Francis, Skeeter Davis, sampai dengan penyanyi saat ini dengan berbagai genre music seperti: Rihana, justin Bieber, Kelly Clarkson Bahkan penyanyi rock sekelas Bon Jovi atau penyanyi rap seperti Eminem, ikut juga menyanyikan lagu ini. Lagu ini begitu sangat popular terutama pada bulan Desember, sehingga orang yang tidak ikut merayakan natal (bukan umat Kristen), ikut mengenal lagu tersebut. Bahkan dalam beberapa cerita kesaksian hidup beberapa tokoh internasional maupun nasional sampai berpindah keyakinan karena awal mula mendengar kesyaduan lagu ini. Tapi dari sekian kisah yang menyertai lagu ini, tahukah kita sejarah tercipta lagu ini?

“Malam Kudus” adalah sebuah lagu Natal tradisional yang populer. Kata-kata lagu ini aslinya yang berjudul Stille Nacht ditulis dalam bahasa Jerman oleh seorang pastor Austria Fr. Josef Mohr sementara lagunya disusun oleh pemimpin paduan suara Austria Franz X. Gruber. Versi melodinya yang biasanya dinyanyikan sekarang agak berbeda sedikit (khususnya dalam bagian akhirnya) dari lagu aslinya karangan Gruber.

a href=”https://mamesahjimmy.wordpress.com/?attachment_id=986″ rel=”attachment wp-att-986″>

Sejarah

Lagu ini pertama kali dibawakan di Nicola-Kirche (Gereja St. Nikolas) di Oberndorf, Austria pada 25 Desember 1818. Sebelumnya, Mohr sudah menyusun kata-katanya pada 1816, tetapi pada malam Natal ia membawanya ke Gruber dan memintanya untuk menyusun melodinya serta iringan gitarnya untuk lagu itu. Hal ini disebabkan karena orgel di Nicola-Kirche sedang rusak malam itu. Mulanya, Gruber tidak setuju dengan usul Mohr karena ia khawatir bahwa orang-orang yang datang ke gereja itu tidak akan menyukai musiknya yang dimainkan dengan gitar. Tetapi ia tak dapat berbuat apa-apa. Gruber akhirnya menerima usul Mohr dan mengerjakan musiknya. Ketika musiknya selesai disusun, misa hanya tinggal beberapa jam saja. Mulanya orang-orang yang datang ke gereja itu terheran-heran mendengarkan musik itu dibawakan dengan gitar, namun mereka segera terpesona oleh melodinya yang indah.

Nicola-Kirche dihancurkan pada awal 1900-an karena rusak akibat banjir dan karena pusat kota itu dipindahkan ke hulu sungai yang lokasinya lebih aman, dengan sebuah gereja baru yang dibangun di sana dekat jembatan yang baru. Sebuah kapel kecil, yang disebut “Stille-Nacht-Gedächtniskapelle” (Kapel Peringatan Malam Kudus), dibangun di tempat gereja lama yang sudah dibongkar dan sebuah rumah di dekatnya dijadikan museum, menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia sepanjang tahun, namun terutama di bulan Desember.

Manuskrip aslinya telah hilang, namun sebuah manuskrip yang ditemukan pada 1995 ditulis tangan oleh Mohr dan diperkirakan oleh para peneliti berasal dari sekitar tahun 1820. Manuskrip ini memperlihatkan bahwa Mohr menulis kata-katanya pada 1816 ketika ia ditempatkan di sebuah gereja peziarah di Mariapfarr, Austria, dan bahwa musiknya dikarang oleh Gruber pada 1818. Ini adalah naskah tertua yang ada dan satu-satunya yang ditulis oleh Mohr. Komposisi Gruber dipengaruhi oleh tradisi musik daerah pedesaan tempat tinggalnya. Melodi Malam Kudus mirip dengan aspek-aspek musik rakyat dan yodeling Austria.

Sebuah cerita populer mengklaim bahwa setelah dibawakan, lagu Natal ini segera terlupakan. Baru ketika seorang reparasi orgel menemukan naskah ini pada 1825 dan menghidupkannya kembali. Namun Gruber menerbitkan berbagai aransemen dari lagu ini sepanjang hidupnya, dan kini kita memiliki kumpulan aransemen Mohr (sekitar 1820) yang disimpan di Museum Carolino Augusteum di Salzburg.

Berikut adalah teks asli lagu malam kudus dalam bahasa Jerman “ Stille Nacht “

1. Stille Nacht! Heil’ge Nacht!

Alles schläft; einsam wacht

Nur das traute heilige Paar.

Holder Knab’ im lockigten Haar,

|: Schlafe in himmlischer Ruh!😐

2. Stille Nacht! Heil’ge Nacht!

Gottes Sohn, o wie lacht

Lieb’ aus deinem göttlichen Mund,

Da uns schlägt die rettende Stund’.

|: Jesus in deiner Geburt!😐

3. Stille Nacht! Heil’ge Nacht!

Die der Welt Heil gebracht,

Aus des Himmels goldenen Höhn,

Uns der Gnaden Fülle läßt sehn,

|: Jesum in Menschengestalt. (Jm/wp).

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s