RARE EXPORTS: A Christmas Tale

Setiap tahun para produser film holywood setiap menjelang hari Natal selalu memproduksi film yang bertemakan Natal. Baik film komedi Natal atau film aksi yang berlatarkan Hari Natal. Sebagai contoh film yang cukup box office diantaranya adalah Home Alone 1-4 serta film aksi yang berlatar belakang menjelang hari natal yakni Die Hard 1-4.
Untuk tahun ini ada sebuah film yang berhubungan dengan hari natal yang diproduseri oleh Helander bersaudara, yang bercerita tentang salah satu ikon natal itu sendiri yaitu Santa Claus.
Santa Claus biasanya digambarkan sebagai orang periang gemuk yang mencintai anak-anak di mana-mana, dan menyenangkan hati semua anak baik anak laki-laki maupun anak perempuan yang berperilaku baik serta menghukum anak-anak nakal dengan pembantunya Piet Hitam.. Namun, ada sebuah film yang akan di tayangkan pada musim libur (Hollyday season) bulan Desember di Amerika, yang menampilkan versi yang beda dari sosok santa Claus yang digambarkan selama ini, yakni Santa Claus yang jahat serta menyeramkan tapi masih dikemas sedikit komedi. Film ini berjudul “Rare Exports: A Christmas Tale”
Film ini disutradarai oleh Jalmari Helander, yang diangkat berdasarkan film seri pendek dengan judul yang sama. Plot ceritanya berkisar bagaimana sebuah ekspedisi arkeologi akhirnya tanpa sengaja membebaskan seorang Santa Claus yang jahat , dimana semua ceritanya berdasarkan legenda dari sebuah penjara gunung beku. Setelah terbebaskan, Santa Calus ini berbuat ulah dengan melakukan penculikan anak, dan mencuri hewan ternak, serta menyembeli mati beberapa ekor rusa kutub. Untuk mencegah banyak kanak-kanak yang hilang, seorang anak dan bapaknya mengajak beberapa pemburuh untuk melakukan misi yang berbahaya yaitu untuk menangkap sang Sinter Claus jahat ini, dimana sinter claus ini dilindungi pembantunya yakni para elf.
Film ini merupakan triller horror komedi yang boleh dikata sebagai film anti santa Claus yang selalu digambarkan sebagai seorang yang baik hati atau suci (santo), dan gambarkan sebagai orang yang selalu tertawa riang dan membagi-bagikan hadiah buat anak-anak setiap hari natal tiba. Tapi dalam cerita film digambar sebaliknya yakni menjadi sosok yang jahat dan menakutkan yang bisa membahayakan kehidupan anak-anak kecil. Namun demikian film ini hanyalah sebuah film hiburan semata yang mungkin bisa memberikan perhatian bagi kita bahwa belum tentu orang yang mengenakan pakaian/ jubah yang bersimbolkan kebaikan/ kesucian, adalah orang yang baik. Atau orang yang selama ini kita gambar sebagai orang yang baik/ suci, akan selalu tetap menjadi orang yang baik dan suci, belum tentu!. (Jm)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s