EPILEPSI

Mungkin saja kita pernah menyaksikan orang terdekat atau tetangga, bahkan teman dekat kita, tiba-tiba kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa, dan kita menjadi bingung harus berbuat apa, karena kita tidak tahu dan mengerti penyakit apa gerangan yang tiba-tiba menyerang orang yang kita kenal tersebut. Biasanya ciri-ciri dari yang diakibatkan tersebut orang awam mengenal dengan sebutan penyakit ayan atau dikenal di dunia kedokteran dengan sebutan Epilepsy.

Penyebab Epilepsi

Otak kita terdiri dari jutaan sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh kita termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, menggerakkan [otot].

Pada penderita ayan, terkadang sinyal-sinyal tersebut, tidak beraktivitas sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai unsur-unsur, antara lain; trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala), tumor otak, dan lain sebagainya.

Umumnya ayan mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, pitam otak (strok), tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena genetika, tapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi penyebab pastinya tetap belum diketahui.

Epilepsi atau ayan adalah penyakit saraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan. Penyakit ini menyerang syaraf otak sehingga efektivitasnya berlebih dan penderitanya mengalami kesulitan untuk berfikir. Ada diet yang cocok untuk penderita epilepsi, sebutannya adalah diet ketogenik.

Penyakit epilepsi merupakan gejala yang bisa menimpa siapa saja baik itu anak-anak atau orang dewasa. Bahaya utama dari penyakit ini bukanlah sifatnya yang menular, melainkan waktu kekambuhannya yang tak dapat diduga yang tak hanya dapat mencederai penderitanya sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Meski begitu, epilepsi tidaklah identik dengan keterbelakangan mental. Bahkan beberapa orang ternama juga menderita penyakit ini, sebut saja Isaac Newton, Agatha Christie, Julius Cesar, Napoleon Bonaparte, bahkan aktor terkenal hollywood seperti Danny Glover dan Richard Burton tidak luput dari penyakit ini. Epilepsi dapat disembuhkan dengan beberapa obat seperti carbamazepine, carbatrol, clobazam, dan clonazepam yang terlebih dahulu mesti dikonsultasikan ke dokter. Atau, dapat juga dengan cara diet ketogenik.

Diet tinggi lemak
Ini merupakan metode diet tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini biasanya digunakan untuk penyembuhan epilepsi pada anak yang umumnya sulit dengan obat-obatan. Diet ketogenik biasanya digunakan sebagai terapi epilepsi. Melalui diet ketogenik, lemak menjadi sumber energi dan keton terakumulasi di dalam otak sehingga menjadi tinggi kadarnya (ketosis). Keadaan ketosis ini dipercaya dapat menghasilkan efek antikonvulsi, yang dapat mengurangi simptom epilepsi dengan mengurangi frekuensi dan derajat kejang, meskipun bagaimana mekanisme biokimia peristiwa ini belum diketahui dengan pasti.

Para penganut diet ini, dianjurkan banyak memakan makanan yang memiliki lemak tinggi, seperti: daging. Sebaliknya, makanan yang tinggi akan karbohidrat, seperti roti, tepung, nasi, gandum, dan sereal haruslah dibatasi.

Pada anak-anak diet ini dirasakan lebih efektif dibandingkan orang dewasa, khususnya pada saat obat antikolvusan tidak bekerja secara efektif atau menjadi kontraindikasi.(jm.wp.kf)

1 Komentar

  1. ok deh saya akan coba diet nasi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s