Film 2012 sebuah simulasi kiamat

2012 Sebuah film yang sangat ditunggu-tunggu pada tahun 2009 akhirnya diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Premiere-nya di Indonesia bertepatan dengan 13th Friday, yang sebagian orang menganggapnya sebagai hari sial. Antusias masyarakat cukup besar, dilihat dari membludaknya penonton di sejumlah bioskop bahkan situs XXI sempat sulit diakses karena server-nya kerepotan melayani lonjakan pengunjung yang ingin mengetahui jadwal pemutaran film 2012. Ekspektasi orang-orang cukup besar terhadap film ini. Ditambah respon positif orang-orang yang telah menyaksikan film ini dan menyempatkan diri menulis komentarnya di forum-forum.

Berikut ini adalah review yang cukup bagus (menurut kami) dari seorang kaskuser yang telah menyaksikan film tersebut.
Story : Tahun 2009, India, seorang ilmuwan Amerika bernama Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor) menemukan sebuah fenomena aneh akibat ledakan radiasi matahari telah memanaskan inti bumi yang menyebabkan suhu dalam pusat bumi mulai meningkat secara perlahan namun pasti yang akan berdampak buruk pada bumi beberapa tahun mendatang.

Tahun 2010 pemerintah Amerika di bawah pemerintahan Presiden Thomas Wilson (Danny Glover) bekerja sama dengan pimpinan negara2 dunia secara rahasia membuat sebuah proyek raksasa yang dinamakan IHC (Institute for Human Continuity) untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk hidup lainnya dari kepunahan. Namun tidak semua manusia bisa diselamatkan, hanya orang2 terpilih saja yang bisa selamat.

Tahun 2011 – 2012, Jackson Curtis (John Cusack), seorang penulis sekaligus supir limo bersama dengan mantan istrinya, Kate (Amanda Peet), kedua anaknya dan suami baru Kate menjadi saksi awal kehancuran bumi yang sebelumnya juga sudah diprediksi oleh kalender suku Maya ini. Bersama sama mereka berjuang untuk menyelamatkan diri dari kota yang hancur lebur akibat gempa maha dahsyat yang terjadi hampir di seluruh belahan bumi. Ras Manusia di ambang kepunahan, akankah IHC berjalan sesuai rencana, bagaimana nasib Jackson dan keluarganya? dapatkah mereka bertahan hidup di bumi yang mengalami kehancuran dahsyat ini?

Review : Kiamat, akhir jaman, armageddon, doomsday atau apapun itu tentu membuat para manusia bergidik mendengar kata tersebut diucapkan. Terbayang peristiwa-peristiwa bencana dahsyat nan mengerikan seperti yang tertulis dalam kitab-kitab suci setiap agama akan terjadi suatu saat nanti. Premis itulah yang coba diangkat oleh sutradara sekaligus penulis, Roland Emmerich dalam karya terbarunya ini. Jika Anda tidak bisa atau terlalu takut membayangkan apa yang akan terjadi pada saat kiamat nanti mungkin Roland Emmerich dapat membantu Anda untuk memberikan sedikit gambaran apa yang akan terjadi pada suatu masa yang disebut akhir jaman itu.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi kekuatan terbesar 2012 terletak pada pengunaan spesial efek CGI-nya yang super dahsyat. Dengan dana yang konon mencapai US$ 200 juta, Roland Emmerich mendapatkan kebebasan untuk menyalurkan “hobi” nya dalam menghancurkan bumi beserta kota-kota besar didalamnya dengan bebas, terbukti dengan banyaknya adegan-adegan bencana alam yang ditampilkan nyaris sempurna dan dengan detil yang super akurat sehingga membuat para penontonnya merinding dan tercengang melihat adegan2 seperti gempa-gempa berkekuatan 9 skala ritcher meluluhlantahkan gedung-gedung bertingkat, jembatan dan jalan-jalan kota besar di California dan Las Vegas, Belum lagi letusan gunung berapi dahsyat laksana ledakan bom nuklir yang memuntahkan segalai isi perut bumi ke angkasa dan jatuh ke bumi bak meteor jatuh dari angkasa. Masih belum cukup?? Emmerich “membersihkan” semua kerusakan-kerusakan akibat bencana-bencana tersebut dengan serbuan Tsunami raksasa yang ketinggiannya nyaris mencapai puncak Himalaya. Tidak heran kalau 2012 dapat dijuluki ” The Mother of All Disaster Movie“.

Seperti rekan seprofesinya, Michael Bay yang juga luar biasa jika sudah bermain dengan spesial efek, Emmerich pun juga memiliki kelemahan yang sama dengan Bay, yaitu kurang mampu menggarap sebuah cerita yang sedahsyat spesial efeknya. Karena kelemahan terbesar dari film ini adalah ceritanya yang yah…. begitulah….tidak masuk akal, cheesy, dan terlalu mudah ditebak. Jadi jika anda sebagai penonton mampu mengesampingkan dan memaklumi kelemahan ceritanya dan menganggap 2012 hanyalah sebuah hiburan semata niscaya anda pasti akan terhibur seperti saya, karena memang film ini murni di desain hanya untuk memanjakan mata dan membuat adrenalin penontonnya terpacu sewaktu menontonnya.

Overall, 2012 adalah sebuah film yang bisa dibilang sukses menghadirkan “simulasi” kiamat bagi para penontonnya, di dukung dengan spesial efek sempurna dan luar biasa membuat film ini mampu menjadi tontonan hiburan tersendiri di penghujung tahun 2009 ini.
(Di-review oleh Hafilova)

1 Komentar

  1. waduh . . .
    ngeri bgt,,,aq blum sampe tobat nie . . .
    hehehehehehehehehheheheheheheheheh


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s