MIGRAIN

migraine_logo Migrain atau sakit kepala sebelah (sakit kepala vaskular) bukan sakit kepala biasa. Sakit kepala ini paling sering menyerang/dialami antara usia 15 tahun dan 55 tahun, dan 70% hingga 80% dari penderita memiliki riwayat keluarga migrain.
 Riset dari penelitian menyebutkan bahwa migrain paling sering dialami oleh pasien berjenis kelamin wanita, 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena migrain berkaitan dengan fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron. Beberapa ciri atau gejala serangan migrain sebagai berikut:
1.Sakit kepala sedang hingga parah yang menyerang salah satu bagian kepala
2.Sakit kepala yang berdenyut-denyut
3.Mual yang terkadang disertai muntah
4.Kepekaan terhadap suara dan cahaya
Bila tidak diobati, migrain biasanya berlangsung dari 4 hingga 72 jam, namun frekuensi sakit kepala yang terjadi berbeda pada tiap orang. Tidak semua migrain sama. Kebanyakan orang mengalami migrain tanpa aura, yang disebut common migrain. Sedangkan migrain dengan aura disebut migrain klasik. Aura merupakan perubahan visi Anda seperti melihat kilatan cahaya, atau merasakan lengan atau kaki seperti ditusuk jarum. Aura juga dapat berupa:
5.Perasaan kegembiraan yang berlebih atau kekuatan energi (euphoria)
6.Tiba-tiba menginginkan suatu makanan tertentu (coklat, permen)
7.Haus
8.Mengantuk
9.Lekas marah/depresi
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya migrain:
10.Perubahan hormonal pada wanita
Fluktuasi hormon estrogen menjadi salah satu pemicu dari timbulnya migrain. Beberapa wanita mengeluhkan kambuhnya migrain di saat-saat sebelum atau selama masa periode menstruasi.
11.Makanan
12.Stres
13.Indra rangsangan
14.Perubahan dalam pola tidur-bangun
15.Faktor fisik
16.Perubahan dalam lingkungan
17.Obat-obatan
18.Perubahan siklus tidur-bangun
19.Menunda waktu makan
20.Obat yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah (baik harian maupun penggunaan obat sehari-hari yang berguna untuk menghilangkan nyeri sakit kepala)
21.Cahaya terang
22.Sinar matahari
23.Perubahan cuaca
24.Lampu neon
25.TV dan menonton film
26.Jenis makanan tertentu
27.Kebisingan yang berlebihan
28.Stres atau depresi
Rasa sakit migrain terjadi ketika sel-sel otak bersemangat memicu saraf trigeminal yang melepaskan bahan kimia yang menyebabkan iritasi dan pembengkakan pembuluh darah di permukaan otak. Pembuluh darah bengkak ini sakit mengirim sinyal ke otak, memproses informasi daerah otak yang sakit.  Nyeri dari migrain biasanya terasa di sekitar mata atau area pupil.  Nyeri juga terkadang terasa di wajah, sinus, rahang atau daerah leher.  
Cara mencegah serangan migrain adalah dengan diberikan obat untuk mengurangi frekuensi migrain dan meningkatkan respon terhadap obat-obatan migrain akut. Beberapa obat yang telah disetujui FDA untuk pencegahan migrain antara lain propranolol, timolol, topiramate, dan natrium divalproex. Selain itu, amitriptyline yang merupakan obat anti depresan sama efektifnya sebagai preventif migrain. 
Alternatif lain untuk mengurangi serangan migrain adalah dengan pelatihan biofeedback. Pelatihan ini menggunakan peralatan khusus yang memantau ketegangan fisik untuk mengajarkan pasien mengendalikan proses fisik yang berhubungan dengan stres. Teknik ini apabila dilakukan secara teratur akan menghentikan serangan atau mengurangi dampak migrain.(Kalbe.N)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s