Mitos Seputar Menyusui

ASI Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alamiah yang pertama dan paling utama bagi bayi karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi, sehingga bayi dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan Ibu-Ibu yang tidak berhasil menyusui bayinya atau bahkan menghentikan menyusui bayinya lebih dini dengan berbagai alasan. Salah satunya disebabkan oleh mitos-mitos seputar menyusui yang tidak benar.
Berikut ini beberapa contoh mitos tersebut:
1. Menyusui dapat merubah bentuk payudara secara permanen?
Perasaan seperti ini sangat menghantui para Ibu yang akan atau sedang menyusui bayi mereka. Sebenarnya yang merubah bentuk payudara adalah kehamilan, bukan menyusui. Karena kehamilan menyebabkan dikeluarkannya hormon-hormon yang menyebabkan terbentuknya air susu yang mengisi payudara. Payudara yang sudah terisi air susu tentu akan berbeda bentuknya dengan payudara yang belum terisi oleh air susu.

Jadi yang menyebabkan perubahan bentuk payudara adalah kehamilan dan bukan menyusuinya. Besarnya perubahan bentuk payudara sangat tergantung dari turunan (herediter), usia dan juga oleh penambahan berat badan pada waktu kehamilan.
2. Menyusui menyebabkan susah turunkan berat badan?
Data membuktikan bahwa menyusui justru dapat membantu Ibu menurunkan berat badan lebih cepat daripada yang tidak memberikan ASI secara ekslusif. Sebab selama kehamilan sampai dengan proses melahirkan menyebabkan terjadinya timbunan lemak. Timbunan lemak tersebut akan berkurang secara sendirinya dalam proses menyusui, sedangkan Ibu yang tidak menyusui akan susah menghilangkan timbunan lemak tersebut yang memang khusus dipersiapkan oleh mekanisme kerja tubuh untuk menyusui bayi.
3. Payudara kecil tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup?
Besar kecilnya payudara tidak berpengaruh pada banyak atau sedikitnya jumlah ASI yang dihasilkan karena payudara yang besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan payudara yang kecil. Sedangkan ASI dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk air susu (alveoli), bukan oleh jaringan lemak. Jadi, besar kecilnya payudara tidak menentukan banyak sedikitnya jumlah ASI yang dihasilkan.
Oleh karena itu, berikanlah atau tetap berikan ASI ekslusif kepada bayi agar tumbuh kembangnya optimal karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Serta untuk membantu meningkatkan kualitas ASI perlu ditunjang dengan nutrisi yang mengandung AA, DHA, Kolin, serta Omega 3 dan Omega 6 yang penting untuk perkembangan otak bayi. Semua nutrisi tersebut sudah ada di Prenagen Ibu Menyusui. Jadi, minumlah 2 gelas Prenagen Ibu Menyusui setiap hari selama masa menyusui agar membantu meningkatkan dan memperlancar ASI (AB/KN)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s