RACUN DALAM MAKANAN KITA

bacterial_poison_e0 Banyak media masa baik cetak maupun elektronik ramai-ramai memberitakan soal bahan makanan yang sengaja dicampur dengan bahan pengawet, yang ternyata menyebabkan efek keracunan jangka panjang, seperti formalin atau borax . Disamping itu ada pula yang melaporkan bahwa disuatu wilayah tertentu sejumlah masyarakat mengalami keracunan masal setelah menyantap makanan yang disediakan disuatu pesta hajatan.. Namun demikian banyak pula kasus keracunan makanan yang tidak sempat dilaporkan media masa karena gejala yang di timbulkan sangatlah ringan dan cepat teratasi.
Seperti halnya penyakit, efek atau gejala keracuanan dapat kita bagi dua yaitu gejala kronis dan akut.
Gejala kronis adalah gejala yang nanti terlihat setelah sekian lama kita mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat beracun . Misalnya kita sudah sering mengkonsunsi ikan asin yang di tambahkan bahan pengawet mayat seperti formalin, kemungkinan kita akan terkena gangguan alat pencernaan bahkan kita bisa menderita kanker, setelah sekian lama kita mengkonsunsi bahan makanan tersebut.
Sedangkan gejala akut, kita akan langsung bisa merasakan efek yang ditimbulkan oleh racun tersebut, itu tergantung jenis dan jumlah racun yang termakan. Misalnya kita terpapar racun seranggga, tanaman beracun , hewan beracun, atau logam berat atau alkaloid, yang tertelan bersama-sama dengan makanan. Biasanya akan langsung terasa sakit perut , mual atau pusing dan pingsan bahkan ada yang langsung meninggal.

SUMBER RACUN

Suber racun dalam makanan bisa datang dari luar makanan atau juga memang terkandung sebagai salah satu zat dalam makanan tersebut, seperti asam sianida (HCN) dalam singkong serta asam jengkol pada jengkol atau beberapa jenis bahan makanan dari laut (sea food). Bahan beracun yang bersumber dari luar bahan makanan bisa datang akibat kelalaian pada waktu penyimpanan yakni disimpan di tempat yang lembab sehingga tumbuh jamur dan spora yang memproduksi racun atau disimpan di tempat terbuka sehingga bisa dikontaminasi serangga seperti lalat yang membawa mikroba
yang menghasilkan racun, atau juga racun itu bisa terkontaminasi pada waktu disimpan dan diletakan dekat zat kimia beracun seperti formalin. Sianida. Arsenic dan lain sebagainya.
Sumber racun dapat kita kategorikan dari dua sifat yaitu organic dan anorganik. Racun anorganik yairu racun yang berasal dari zat-zat kimia yang berhaya seperti formalin,sianida, arsenic dsb. Sedangkan racun yamg bersifat organika yaitu racun yang dihasilkan oleh bakteri, mikroba atau cendawan (jamur).
Bakteri-bakteri dan cendawan yang memproduksi racun yaitu:
Colstridium Botulinum. Bakteri bisa ditemukan pada makanan kaleng yang diproses tidak sempurna seperti daging, ikan sayur dan buah. Bakteri ini tahan akan suhu yang agak tinggi serta mapu bertahan ditempat atau kemasan yang hampa udara (unaerob) seperti kemasan kaleng pabrikan.
Bakteri clostridium perfringen . Bakteri umumnya ditemukan pada kotoran manusia, kotoran hewan, tanah serta sampah organik. Bakteri ini dapat mencemari bahan makanan apa saja, terutama bahan makanan yang masih basa atau mengandung air seperti daging, ikan , sayur atau buah terutama pada waktu handling bahan makanan tersebut.
Bakteri staphylococcus . Baketri bisa berada pada manusia itu sendiri, yaitu bisa ditemukan dihidung, mulut dan tenggorokan . Bakteri ini dapat mencemari bahan makanan pada waktu dijamah serta pada waktu bersin atau batuk dekat makanan tersebut.
Hellico bacteri p. adalah bakteri yang biasa terdapat dalam lambung manusia. Bakteri ini tahan terdapat asam lambung yang ph-nya sangat rendah.
Disamping ada pula sejenis cendawan (jamur) yang memproduksi racun yang sangat berbahaya dan sering berkembang dalam bahan makanan yaitu.Aspergilus Flavus. Jamur ini mengahasilkan racun yang dikenal dengan nama Aflatoxin. Jamur ini biasa tumbuh dan berkembang pada bahan makanan hasil pertanian seperti; kacang tanah, kacang kedelai, jagung beras, gandum, kelapa dan susu.

GEJALA YANG DITIMBULKAN

Pada kasus keracunan makanan , umumnya gejala lansung terjadi tak lama setelah termakan makanan beracun terutama mengandung racun yang bersifat anorgnik. Gejala yang terjadi tergantung dari jenis dan jumlah racun yang tertelan melelui bahan makanan. Pada infeksi yang di tularkan melalui kuman penghasil racun seperti bakteri dan jamur, gejala nya akan timbul berselang waktu lebih lama setelah termakan yang tercemar bibit penghasil racun tersebut. Lamanya tergantung pada periode inkubasi,.
Respon tubuh manusia terhadap racun bisa berlangsung antara 2 – 24 jam. Namun respon bisa berbeda antara orang dewasa dan anak-anak. Pada anak kecil gejala keracunan bisa berlangsung bisa lebih cepat , karena anak kecil tubuhnya lebih rentan terhadap keracunan.
Pada umumnya gejala keracunan terjadi pada dua sistem dalam tubuh manusia, yaitu mengganggu sistem percernaan dan sistem saraf, bahkan ada yang kedua-duanya. Sebagai contoh bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini menghasilkan racun neurotoxin, dimana racun ini menyerang sistem saraf manusia. Racun ini menyebabkan sistem saraf terganggu, sehingga penderita menjadi kejang-kejang, lemas, lumpuh, pingsan (koma) dan menyebabkan kematian. Hal itu disebabkan karena terhambatnya saluran pernapasan sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi jantung.
Sedangkan bakteri C. perfringen dan staphylococcus menghasilkan racun yang umunya menyebabkan terganggunya sistem pencernaan. Biasanya penderita akan merasa mual, perut melilit, muntah , lemas dan pingsan serta kematian. Hal ini disebabkan karena dehidrasi dan atau terganggu proses pencernaan serta penyerapan zat makanan menyebabkan penderita menjadi lemas serta pingsan dan kemungkinan mengalami kematian.
Disamping itu ada sejenis jamur yang dikenal dengan nama Aspergilus Flavus. Jamur ini mengahasilkan racun yang dinamai aflatoxin.
Racun ini menyebabkan gangguan serta kerusakan hati. Tidak sampai disitu saja, aflatoxin ini dapat meyebabkan hepatoksis dan hepatokarsinogenik (kanker hati).

MENCEGAH MAKANAN TERKONTAMINASI RACUN.

Untuk mencegah makanan terkontaminasi racun baik yang bersumber dari luar maupun dari dalam makanan itu sendiri, dapat dilakukan melalui
Penanganannya, yaitu mulai dari pemilihan, penyimpanan , pengolahan sampai dengan penyajiannya.
Pemilihan bahan makanan pada waktu mengambil atau membeli, sebenarnya dapat kita kenali dari textur bahan makanan itu, baik dari bentuk warna maupun dari aroma bahan tersebut. Tidak telitinya pada waktu pemilihan makanan bisa berakibat fatal bagi yang mengkonsumsinya terutama bahan maknan yang dimakan tanpa diolah lagi, misalnya buah-buahan, atau makanan pabrikan.
Faktor penting lain untuk mencegah makanan terkontaminasi racun yaitu ;
Pada waktu proses penyimpanan. Penyimpanan yang terkesan asal-asalan, seperti meletakan bahan makanan dekat zat kimia berbahaya atau pada waktu menata makanan dalam lemari pendingin dengan penataan tidak teratur. Sebagai contoh pada waktu menyimpan daging ayam atau sapi mentah yang masih basa, cairannya dapat menetes ke bahan makanan lainnya, walaupun itu sudah dicuci belum tentu sudah tersteril sampai dengan 80 %.
Faktor penting yang juga menentukan yaitu proses pengolahan. Pengolahan makanan yaitu pada waktu memasak, baik itu direbus, digoreng, atau dibakar, tetap harus di perhatikan kehygenitasannya. Misalnya pada waktu mencuci air yang digunakan harus benar benar memenuhi standar kesehatan, dan alat-alat yang digunakan pada waktu pengolahannya harus benar-benar steril. Bakteri yang yang memproduksi racun dapat dengan cepat menyebar pada waktu proses pengolahan makanan.
Faktor yang perlu diperhatikan lainnya pada waktu proses pengolahan
Makanan yaitu jenis bahan makanan yang di olah. Misalnya jenis daun-daunan seperti daun singkong, proses pencucian serta memasaknya kurang matang kemungkinan sianida (HCN) yang terkandung dalamnya masih ada dan masih aktif untuk menimbulkan efek keracunan.
Faktor selanjutnya yaitu proses penyajian.. Penyajian yang terkesan asal, misalnya meletakan makanan pada tempat yang tidak bersih dari kuman dan bakteri, atau menyajikan makanan di tempat terbuka tanpa di tutupi memungkin dihinggapi lalat atau serangga yang lainnya yang merupakan pembawa (carier) bibit yang bisa memproduksi racun seperti bakteri.

PERTOLONGAN PERTAMA DAN PENGOBATAN.

Apabila ada orang terdekat kita baik itu anggota keluarga, tetangga, atau teman kerja kita terpapar racun dan sudah menunjukan gejala-gejala yang dibahas diatas, sebaiknya kita tahu cara pertolongan pertamanya yaitu mengusahakan penderita untuk memuntahkan makanan yang terkontaminasi racun tersebut, dengan cara meminumkan segelas air hangat yang ditambahkan sesendok garam dapur. Cara lain yang umum dilakukan yaitu memasukan jari ketenggorokan penderita agar terangsang untuk memuntahkan makanan yang mengandung racun tersebut. Tindakan selanjutnya untuk mencegah tersebarnya racun dalam tubuh kita dapat memberikan susu secukupnya ditambah dengan telur ayam mentah.
Tindakan lain, kita dapat memberikan norit (arang dalam bentuk tablet), dan apabila tidak tersedia kita dapat memberikan air kopi yang pekat, tujuannya untuk mentralisasi racun yang belum terserap oleh usus. Tindakan awal alternative lainnya untuk menolong orang yangerpapar racun dapat juga kita berikan air kelapa dicampur satu sendok garam dapur..
Khusus untuk kasus keracunan aflatoxin, itu dapat diobati deangan pemberian anti oksidan seperti vitamin E atau mikro mineral seperti selenium. Namun bila kondisi kondisi orang terkena racun sudah sampai pada tahap tidak sadarkan diri, tidakan kita yang bijak adalah harus segera secepat mungkin dibawah kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik oleh dokter. Penanganan medis perlu juga dilaksanakan bagi orang yang sudah mendapat pertolongan pertama dengan salah satu tindakan tersebut di atas, tujuannya adalah untuk mencegah proses dehidrasi lebih lanjut dan efek-efek lainnya yang ditimbulkan oleh proses keracunan . Selain itu untuk menyelidiki sumber racun itu berasal, biasa diteliti melalui sampel bahan makanan yang di makan atau dari bahan makanan yang dimuntahkan. Tujuannya untuk memudahkan tim medis dari rumah sakit untuk proses pengobatan serta obat yang akan digunakan. (JimMyself)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s