Fanny Crosby

FannyCrosby.12jpg
Bagi umat kristiani pada umumnya menyanyikan lagu puji-pujian saat beribadat di gereja pada hari minggu adalah merupakan suatu hal yang wajib. Pada ibadat umat kristiani khususnya umat Protetstan, bagian 50 % atau lebih adalah diisi dengan lagu pujian dan penyembahan. Untuk itu yayasan Musik gerejawi (YAMUGER) mengeluarkan berberapa buku panduan untuk atau wajib di gunkakan pada waktu beribadat, yaitu seperti Kidung Jemaat (KJ) dan Nyanyian Kidung Baru (NKB).. Dari kedua buku nyanyian itulah yang paling sering digunakan oleh gereja-gereja protestan di Indonesia pada waktu melaksanaka peribadatan..Pada umumnya isi dari kedua buku panduan nyanyian itu merupakan hasil terjemahan dari hymne gereja yang diciptakan para composer lagu rohani dari abad 15 sampai dengan abad ke 18, seperti nicoleus Decius 1522, Johann. M haydn 1737, Philip Brooks 1868, Fanny J. Crosby 1873.
Dari sekian pencipta hymne lagu rohani yang paling fenomenal adalah Fanny Jane Crosby, bukan karena lagu hymne ciptaannya paling sering di pakai pada waktu beribadah, atau paling banyak digunakan di dunia rekaman sampai saat ini dengan berbagai versi, baik dalam bentuk irama pop,jazz, blues,rock atau choir, tapi karena dia merupakan seorang perempuan yang mempunyai kendala sebagai tuna netra . Fanny Crosby diakui sebagai seorang yang benar-benar mampu menggerakkan kemajuan lagu-lagu rohani di Amerika pada masa itu. Ia diperkirakan menulis lebih dari 8000 teks lagu rohani selama hidupnya.
Fanny Jane Crosby dilahirkan dari keluarga sederhana di Southeast, New York tanggal 24 Maret 1823. Karena penanganan medis yang tidak tepat, ia mengalami kebutaan pada usia enam minggu. Selama hidupnya, ia adalah penganut agama Kristen yang setia di St. John’s Methodist Episcopal Church di New York. Ia bersekolah di New York School, khusus untuk penyandang tuna netra dan mengajar di sekolah itu juga. Pada tahun 1858, ia menikah dengan seorang pemusik tuna metra, Alexander Van Alstyne, seorang guru musik yang paling dihormati di kalangan institusi untuk tuna netra.
Dalam otobiografinya ia menulis, “Aku percaya Tuhan mengijinkan aku menjadi buta karena keteledoran dokter yang merawatku, sebagai sarana-Nya menjadikan kebutaanku sebagai berkat.” Lebih lanjut ia menulis bahwa suatu kali ia berdoa demikian, “Tentang kebutaanku ini ya Tuhan, ada yang ingin kusampaikan pada-Mu. Mulanya, aku sulit menerimanya. Kemudian aku belajar untuk menerimanya. Sekarang, sesuatu yang lebih baik terjadi. Aku mensyukurinya!” .
Fanny J Crosby tinggal disebuah apartment kontrakan yang sangat kecil bersama suaminya yang sama-sama buta. Disekeliling tempat tinggalnya tinggal pula para kuli angkut , tukang jahit , tukang sepatu bahkan budak budak yang melarikan diri dari penindasan.
Fanny dan suaminya sering menjamu teman-teman dan tetangganya yang berkekurangan serta menghibur mereka dengan lagu-lagu ciptaannya. Melayani dan menghibur sesamanya yang berkekurangan walaupun dalam kekurangan merupakan bagian dari misi hidupnya..
Fanny Crosby meninggal pada tahun 1915, pada batu nisannya ditulis kalimat indah di mana tulisan ini merupakan cupilkan apa yang di ucapkan Tuhan Yesus kepada Maria ketika mengurapi dengan minyak narwastu berbunyi” Ia telah melakukan apa yang ia perbuat”
Lagu lagu ciptaan Fanny Crosby yang popular baik dalam bentuk rekaman atau sering didengungkan dalam peribabatan dalam gereja antara lain; Kj.392, Ku Berbahagia (Blessed Assurance), KJ.408 Dijalanku kudiiring (All the way My Savior Leads me), KJ.402 Kuperlukan Juruslamat (I must have the savior with me), KJ.388. S’lamat ditangan Yesus(Safe in the arm of Jesus). Dll. (JimMyself)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s