Otomotif Terpukul Lagi

Pemerintah Akan Terapkan Pajak hingga 200 Persen

Kamis, 24 September 2009 | 07:27 WIB

JAKARTA, — Industri otomotif sebagai salah satu lokomotif industri untuk meningkatkan pertumbuhan terpukul lagi. Kebijakan pemerintah berpotensi besar menghambat prospek industri otomotif pada saat penjualan otomotif tahun ini diperkirakan anjlok 30 persen dibanding tahun lalu.

Setelah pajak progresif kendaraan bermotor, pemerintah akan menerapkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Besarnya PPnBM akan dinaikkan 75 persen hingga 200 persen.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di Jakarta, Rabu (23/9), mengatakan, konsistensi pemerintah sangat membingungkan industri otomotif.

Di satu sisi, pemerintah terus menarik investasi sebesar-besarnya untuk menumbuhkan perekonomian. Di lain sisi, iklim investasi justru dihambat melalui instrumen pajak.

Kekhawatiran industri otomotif dipicu oleh pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Penjualan (PPn) Barang dan Jasa, serta PPnBM. Ini berlaku efektif pada 1 April 2010.

”Pemerintah semestinya mempertimbangkan masak-masak dalam membuat peraturan. Pemerintah harus melihat industri otomotif dalam kaitannya dengan penyediaan lapangan kerja,” ujar Johnny.

Pukulan berat

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil per Agustus 2009 mencapai 300.334 unit. Adapun penjualan periode yang sama (Agustus 2008) 411.991 unit.

PPnBM yang saat ini berlaku sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2006. PPnBM mobil jenis sedan ditetapkan 30-75 persen. Sementara mobil kendaraan penumpang serbaguna (multipurpose vehicle/MPV) tipe 4 x 2 ditetapkan 10-75 persen dan sport utility vehicle (SUV) tipe 4 x 4 sebesar 30-75 persen.

Keluhan soal pajak kendaraan ini juga disampaikan CEO PT Indobuana Autoraya Paulus B Suranto. Indobuana bergerak dalam penjualan mobil Suzuki dan truk Foton dari China.

Kenaikan PPnBM, kata Suranto, merupakan pukulan berat bagi industri otomotif. Penjualan kendaraan selama ini lebih dipicu karena faktor stabilitas keamanan yang terjaga pascapelaksanaan pemilu presiden.

Selain itu, juga karena siklus tahunan menjelang Lebaran dan pelaksanaan Indonesia International Motor Show ke-17.

”Sekarang sektor riil mulai bangkit. Bisnis perkebunan dan pertambangan kembali bergerak. Tentu positif sekali bagi kendaraan niaga karena perkembangan bisnis bersentuhan dengan kebutuhan kendaraan operasional usaha,” kata Paulus.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra sebelumnya mengatakan, kebangkitan penjualan otomotif sesungguhnya mulai dibantu dengan pengurangan suku bunga acuan Bank Indonesia yang sekarang menjadi 6,5 persen. Daihatsu berupaya mencari cara agar konsumen bisa membeli mobil dengan kemudahan fasilitas kredit. (OSA-Kompas)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s